13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki
Sehingga tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.
Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:
Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”
Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.
Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”
Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.
Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”
Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.
Keempat, perempuan pemalas “muhmalah”
Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.
Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”
Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.
Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”
Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.
Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”
Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…
Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminyaTipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.
Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.
Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.
Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”
Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.
Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”
Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.
Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”
Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.
Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”
Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!
Tambahan Aja :
Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:
Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:
“Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.
Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.
Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.
Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:
“Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!
Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.
Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:
“Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan…”
Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:
“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!.
Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:
“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”
“Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.
Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”
Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt berfirman:
“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19
Dan karena perempuan “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a’lam
Bagaimana Memakai Jilbab Dengan Benar
DEFINISI JILBAB
Diterangkan dalam kamus al Muhith, jilbab adalah pakaian yang luas untuk wanita yang dapat menutupi pakaian rumahnya seperti milhafah (mantel).
Tafsir Jalalain (jilid 3:1803) memberikan arti jilbab sebagai kain yang dipakai seorang wanita untuk menutupi tubuhnya.
Jauhari dalam Ash Shihah mengatakan jilbab adalah kain penutup tubuh wanita dari atas sampai bawah.
Khaththath Usman Thaha dalam Tafsir wa Bayan menjelaskan jilbab adalah apa-apa yang dapat menutupi seperti seprai atas tubuh wanita hingga mendekati tanah.
Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq Jilid 7 (Edisi Indonesia) menerangkan jilbab adalah baju mantel.
Dalam Kitab Mujam al Wasith hal 128 jilbab diartikan sebagai pakaian yang menutupi seluruh tubuh atau pakaian luar yang dikenakan diatas pakaian rumah seperti mantel.
KEWAJIBAN BERJILBAB
Kewajiban berjilbab diterangkan pada Qur'an surat Al-Ahzab:59 dan An-Nur:31 sebagai berikut:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab:59)
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An Nuur:31)
BATAS AURAT WANITA
Batas aurat wanita adalah wajah dan telapak tangan sebagaimana disebutkan dalam hadits:
Hadis riwayat Aisyah r.a., bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, "Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini," sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan Baihaqi).
SYARAT-SYARAT PAKAIAN MUSLIMAH
Pada dasarnya seluruh bahan, model, dan bentuk pakaian boleh dipakai, asalkan memenuhi syarat-syarat berikut.
1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Tidak tipis dan transparan.
3. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh (tidak ketat).
4. Bukan pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.
5. Tidak berwarna dan bermotif terlalu menyolok. Sebab, pakaian yang menyolok akan mengundang perhatian laki-laki. Dengan alasan ini pula, maka membunyikan (menggemerincingkan ) perhiasan yang dipakai tidak diperbolehkan walaupun itu tersembunyi di balik pakaian.
KESALAHAN DALAM BERPAKAIAN
Berikut digambarkan beberapa kesalahan wanita muslimah dalam berpakaian
BERJILBAB DENGAN BENAR
Berikut gambaran bagaimana cara berpakaian yang benar bagi seorang muslimah:
SURAT CINTA UNTUK SAHABAT
Bagaimana kabarmu sahabatku…? Telah lewat empat minggu kau tidak menghiraukanku. Sapaku tak kau balas, pesan-pesan singkatku tak kau jawab. Sejujurnya, aku kangen. Pada kebersamaan kita, pada canda tawa kita, pada perhatian dan kebaikan hatimu juga pada cerita-cerita sedihmu. Adakah kau merasakan rindu yang sama, sahabat…? Bila kau merindukannya, bukalah hatimu untuk memaafkanku, bila kau tidak, maka kau harus memaafkanku demi cintamu pada Yang Maha Pemaaf. Bukankah kau sangat mengetahui bahwa Dia membenci umat yang memutuskan silaturahim…? Empat minggu telah berlalu…sedang Rasul-mu memberi batas waktu tiga hari saja.
Sejak sms terakhirku, sikapmu berubah padaku. Sejak itu pula aku terus bertanya-tanya.
“Apakah sebuah kesalahan bila aku ingin menjadi cermin bagi dirimu, sahabatku…?”
Barisan kalimat yang kurangkai dengan sayang, semata ingin agar kau bangkit dari keterpurukan, membalut luka, menghapus air mata, untuk kemudian melangkah dengan kelapangan dada.
“Sahabatku, sekarang bukan lagi saatnya kau terus bertanya, mengapa ia begini? Mengapa ia begitu? Bertanya mengapa hanya akan menimbulkan prasangka-prasangka. Biarkan proses ta’arufmu berakhir dengan indah, dengan ucapan maaf dan terima kasih. Sekarang saatnya kau bertanya, apa yang akan kau kerjakan untuk hidupmu sementara jodoh itu belum datang…”
Ah, sahabatku…aku memang tak cukup arif untuk memberimu nasihat. Mungkin seharusnya aku tetap menjadi pendengar yang baik dan motivator bagimu. Tak sepatutnya aku menasihatimu di saat kepercayaanmu padaku belum lagi pulih. Yah…walau kau coba menguburnya jauh di dasar hatimu, aku dapat merasakan kepercayaan itu tidak mudah untuk kau hadirkan kembali setelah konflik yang terjadi di antara kita dua tahun yang lalu…
Malam itu, usai waktu maghrib, kau menangis di hadapanku, meluapkan seluruh perasaanmu dengan emosi yang tidak dapat kau kendalikan lagi. Kau marah, takut, kecewa dan sedih yang amat sangat…terhadap dosen pembimbing skripsimu yang menurutmu “killer”, suka membentak, dan mengolok-olok mahasiswanya. Kau mengaku selalu ketakutan bila akan menghadapnya dan berurai air mata usai menghadapnya. Ucapan beliau selalu menyakitkan hatimu.
Sahabat, kita mempunyai dosen pembimbing skripsi yang sama, namun apa yang kau rasakan terhadap beliau tidak pernah kurasakan. Aku tahu kenapa, karena kau mempunyai perasaan yang sangat ‘halus’. Kau sangat mudah mengeluarkan air mata (Itu telah kau akui), marah, sedih, kesal, kecewa, bahkan merasa bahagia pun kau menangis. Sering, penerimaanmu negatif pada ucapan orang lain. Ini yang kadang membuatku serba salah di hadapanmu, aku harus super hati-hati memilih kata-kata yang tepat agar dapat kau terima tanpa tersinggung dan berurai air mata. Dengan perasaan ‘halus’ seperti itu, aku dapat memahami bila kau mengaku trauma kembali menghadap dosen untuk konsultasi. Rasa takut itu ternyata terus membayangi langkahmu, menguasaimu hingga kau memilih menunda-nunda penyelesaian skripsimu.
Sahabatku, melihat air mata yang membanjiri pipimu malam itu membuat hatiku tesayat-sayat, betapa inginnya aku mengurangi bebanmu, membantumu kembali berpijak hingga sukses kau raih. Maka otakku pun bekerja mencari jalan keluar. Kemudian, sebuah solusi kutemukan.
***
Bapak (begitu kita menyebutnya) tertawa tak percaya begitu kuceritakan permasalahanmu. Beliau tak menyangka bila ada mahasiswa yang merasa bermasalah dengannya. Bapak memang seorang dosen yang bisa dikatakan dekat dengan mahasiswa, dan sangat perhatian dengan mahasiswa bimbingannya, bukan itu saja, beliau juga suka menolong mahasiswa dengan caranya sendiri yang mahasiswa itu tidak menyadari bahwa ia sedang ditolong Aku sedikit menyesalkan, mengapa kau tidak dapat mengabaikan kekurangan bapak yang kau katakan suka membentak, menyinggung perasaan orang lain dengan mengolok-olok? Bukankah melihat pada kebaikannya akan menjadikanmu merasa lebih baik…?
“Aku sudah berusaha mengingat kebaikan-kebaikan bapak, tapi tetap saja aku merasa sakit dengan sikap dan perkataannya…”
Baiklah kalau begitu, aku akan melakukan sesuatu untukmu, sahabat. Melepaskanmu dari rasa takut dan sakit itu, juga membantu bapak agar ia menyadari, ada hati yang terdzolimi oleh sikap dan perkataannya, hatimu sahabat…
“Kalaupun saya marah, itu bukan dari hati. Saya marah hanya di mulut saja, setelah itu ya sudah, saya lupakan”. Begitulah bapak menyatakan argumennya.
Aku mengerti. Sebagaimana dengan bapak, aku pun mempunyai karakter marah yang hampir sama. Aku akan menangis bila marah, air mataku tak mampu ku tahan. Bila telah menumpahkan seluruh hatiku dan semua alasan yang membuat aku marah, aku akan kembali tersenyum bahkan tidak ingat lagi dengan kemarahanku. Aku pun jadi lebih sayang pada orang yang membuatku marah sebagai tebusan rasa malu dan penyesalan atas kemarahanku.
Tapi tentu saja tidak setiap orang mempunyai karakter marah yang sama. Ada orang yang tidak mudah marah namun bila marah, sangat sulit untuk reda. Ada pula yang tidak mudah marah, mudah pula redanya. Dan ada kau, yang setiap kali marah lebhi suka memendamnya, bila terusik sedikit saja akan meledak seperti bom waktu. Maka dengan hati-hati kukatakan pada bapak.
“Ada sebagian orang yang perasaannya sangat ‘halus’, sehingga intonasi bicara bapak yang memang seperti itu diterima sebagai bentakan, gurauan bapak diterima sebagai olokan. Teman saya ini mempunyai perasaan yang sangat halus, mungkin bapak bisa sedikit merubah cara bicara bapak di depannya, supaya dia tidak takut lagi menghadap bapak…”.
Sahabatku, setelah pembicaraan itu, aku yakin sekali bapak akan berubah sikap, setidaknya di depanmu. Aku percaya, sebagai seorang pendidik tentu beliau tidak ingin anak didiknya gagal hanya karena takut padanya. Tapi alangkah terkejutnya aku ketika kata-kata ketus keluar dari mulutmu.
“Teganya kamu cerita masalahku ke bapak! Bapak itu karakternya memang seperti itu, sampai kapan pun dia tidak akan berubah!”.
Sahabat, seingatku aku telah meminta ijinmu, mungkin kau lupa sehingga reaksimu sedemikian berang. Wajahmu merah padam, sempat tersorot kebencian di matamu. Tiba-tiba aku merasa, setelah ini kau tidak akan mempercayai aku lagi…
***
Sahabat, dua tahun kemudian kau bercerita padaku, sejak peristiwa itu sikap bapak berubah. Bapak sangat ramah bila kau datang menghadapnya, beliau juga menurunkan emosinya segera begitu melihatmu datang, walau sebelumnya beliau tengah memarahi mahasiswa ‘bandel’ yang tidak mengikuti arahannya. Kau tidak harus takut dan menangis lagi, kau bisa berkonsultasi dengan nyaman, dan kau pun akhirnya dapat menyelesaikan skripsimu dengan nilai A.
Diam-diam aku bersyukur…
Namun, rasa sakit itu masih tersisa di hatimu. Kau masih mengungkitnya dan menyalahkan aku…
***
Sahabatku sayang…
Suatu hari, seorang sahabat berkata pada Rasulullah. “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai si Fulan”. Sahabat itu menunjuk pada seorang laki-laki yang berada tidak jauh dari tempatnya dan Rasulullah berdiri. Mendengar perkataan sahabat, Rasulullah menyuruh sahabat itu untuk mengatakan rasa cintanya itu kepada si Fulan.
Aku tak cukup punya keberanian untuk mendatangimu dan mengatakannya, sahabat… Lidahku selalu terasa kelu untuk mengatakannya. Maka biarlah goresan pena ini yang menyampaikannya padamu.
“Sahabat, aku menyayangimu karena Allah”
Dan rasa sayang itulah yang mendorongku untuk berjanji pada diriku sendiri ketika kau mengeluh padaku.
“Mengapa teman-teman yang sudah menikah sekarang jadi cuek, tidak peduli lagi pada keadaan saudaranya…?”.
Saat itulah aku berjanji dalam hati, bila saatnya aku menikah nanti, aku akan tetap peduli pada teman-temanku, Memberi ruang pada mereka di hatiku, dan selalu ada bila mereka membutuhkanku. Karena boleh jadi, pernikahan diijinkan Allah terjadi disebabkan oleh do’a saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita, yang dengan ketulusan mereka telah mampu membuka pintu langit. Allah mendengar, dan mengabulkan do’a mereka, kemudian mengirimkan jodoh untukku juga untukmu…
Untuk itulah sahabatku, sebisa mungkin kuluangkan waktu untuk mendengar keluhan-keluhanmu, bahkan terkadang aku terlalu ingin menyelam jauh ke dasar hatimu, yang kau tanggapi dengan dingin.
“Jangan kira kamu mengerti tentang aku”.
Kau benar sahabat, delapan tahun belumlah cukup untuk aku dapat mengerti dirimu…karena itu, ijinkan aku tetap di sisimu untuk berusaha lebih keras lagi belajar mengerti…Ijinkan aku membayar janjiku…
Sahabatku, maafkanlah aku, bukalah hatimu untuk kembali mempercayaiku, untuk kembali merajut persahabatan yang indah seperti dulu
Shalihah di Tengah Modernitas
Kamu kelihatan cantik dan seksi deh,” komentar Anto pada Nila di sebuah kafe. Dalam sekejap pipi si gadis tersipu-sipu merah. “Ah kamu bisa aja.” Denger rayuan sedemikian rupa, perempuan mana yang ga klepek-klepek hatinya. Ga kuku atuh kang. By the way, di lain tempat, seorang cowok ngeledekin dandanan ceweknya yang bakal bareng ama dia jalan-jalan. “Dandananmu kok ga matching ya? Pake make up apa tuh.”
Aaagh, ibarat mau keserempet bajaj, si cewek ngerasa kudu renovasi total neh. Dari kostum, make up, sepatu, tas, pokoknya dijamin harus beda deh!
Gals, komentar dua cowok di atas udah ngasih gambaran ama kita, kalo budaya barat telah berhasil nyeting image baru kecantikan dan kepribadian. Gadis modern adalah yang modis, cantik, menarik, trendy, wangi dan cerdas. Perempuan, pada pandangan pertama bakal dinilai dari penampilan fisiknya. Se-oke apapun kualitas personalnya, skill, kecerdasan, talenta, perilaku dan akhlak, tetap saja poin kecantikan lebih tinggi dari yang lain. Ya nggak???
Gals, ga bisa dipungkiri, standar cantik dan menarik udah jadi ukuran masyarakat umum, untuk nentuin nilai sesosok wanita. Seakan-akan, cantik menentukan tinggi rendahnya derajat kaum hawa. Daya tarik fisik identik ama pribadi seseorang. Ini semua udah jadi contoh, ga cuma di kalangan artis. Bahkan anak sekolah, mahasiswa, sampe buruh pabrik, hingga pembantu rumah tangga. Mereka semua ngikut standar gaya hidup yang katanya “modern” ini (aduh, sedih rasanya). Ga peduli kaya atau miskin, suku, agama dan bahasa. Semuanya berlomba-lomba jadi ranking satu, khususon berwajah cakep dan berbodi aduhai. Bak gayung bersambut, ini semua dibarengi dengan gempuran tanpa henti, promosi berbagai kosmetik dan fashion. Bagai sayur dan garam yang klop, sekolah kepribadian-pun banyak bermunculan. Di dalamnya si cewek diajari cara memandang dan bahasa tubuh. Konon, tujuannya agar memiliki kepribadian yang unggul. Tapi sayang, faktor akhlak, nilai etika dan moral, kecerdasan otak, apalagi agama menjadi faktor kesekian. Parah tuh neng!!!
Nah gals, apa memang muslimah yang berpenampilan eye catching adalah nilai plus yang hakiki di benak cewek? Beneran nih? Yuk kita teliti lagi, apa nilai lebih itu memang kudu kita cari?
Ehm.., penampilan diri sebatas berpijak pada keindahan, kebersihan, keselarasan dan tentu kehalalan, ga dilarang kok dalam Islam. Suer..., ga dilarang. Allah menyukai segala sesuatu yang indah, bersih dan rapi. “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan.” (HR. Muslim). Rasulullah juga bersabda: “Bersihkan dengan segala apa yang kamu bisa, karena Allah telah mendirikan Islam ini diatas kebersihan, dan tak akan masuk surga melainkan orang-orang yang bersih.” Tuh kan, yang jarang mandi...ayo cepet mandi...
Gals, memakai pakaian layak, bagus, bergaya dan rapi, itu semua ga dilarang. Asal sesuai aturan Islam lho. Jangan sampe deh kita sebagai muslimah jadi orang yang amit-amit joroknya. Ihh..ga keren.
By the way gals, ngebahas tren barat, ga berarti semua dari barat ditolak. Agar bisa milih dan milah tren barat yang sesuai syariat Islam, kita perlu memahami beberapa hal lho gals! Attention please…, nah, kalo yang ada tuh berupa ide-ide nyleneh, semisal gay ama lesbi, HAM, kebebasan berpakaian seksi, dan bebas goyang dombret, pastinya ga boleh kita terima, apalagi kita ikuti. So, soal pakaian, sekali lagi, kudu sesuai ama aturan Islam. Yup, pastinya udah tahu jawabnya, kita kudu pake jilbab dan kerudung kan…
Nah, soal kosmetik yang mayoritas bukan dari timur. Kudu kita jamin, kalo bahan dan model perawatan kulit, ga kecampur ama zat yang haram, semisal enzimnya babi, plasenta (tali pusar) hingga remukan tulangnya bayi..hiii ngeri. Jadi, ati-ati lho, klo beli kosmetik, bedak dan sejenisnya, kudu kita periksa bahan-bahannya. Ga cuma harus aman, tapi juga kudu halal. Iya kan...
Nah, selain tentang dua hal di atas, kita juga harus ngerti gimana sih hukumnya benda-benda hasil kemajuan teknologi. Soal benda-benda hasil perkembangan iptek, seperti hairdryer, maskara, dll, monggo keso dipake. Ga haram kok. Asal kita makenya untuk tujuan yang bener gitu…Gampangannya, ga boleh ya hairdryer dipake nimpuk kepala temenmu. hehe.
Jadi gals jelas kan, mana yang kudu kita pilih dan mana yang harus dihindari. Kita pasti bisa kok, asal kita mau untuk belajar. Belajar apa? Belajar Islam tentunya. Supaya kita ga gampang dikibuli dan punya pegangan hidup.
Gals, walau sekarang budaya barat lagi merajalela, jati diri muslimah kita harus tetep dipegang teguh. Karena cuma itulah yang bisa ngebawa kita menuju jannah-Nya. Siapa sih yang ga pengen masuk surga?
Allah SWT berfirman, “Hai orang- orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi) dan Ulul Amri diantara kami. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatum, maka kembalilah ia kepada Allah (Al Qur’an dan Rasul (sunnahnya)), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(TQS. An Nisa : 59).
Nah, moga ayat tadi bisa jadi motivasi buat kita yang selalu ingin mulia di hadapan-Nya. Taat pada aturan Allah di masa sekarang memang ga mudah. Tapi bukan berarti ga mungkin. Insya Allah, kalo kita punya tekad, kita bisa kok tetep tegar di bawah naungan Islam. Bahkan, mungkin aja kita bisa menjadikan Islam kembali bercahaya dengan syariah-Nya. Amin (ESA)
Jangan Nodai Kecantikanmu dengan Nyontek
Akhir-akhir ini para pelajar, terutama yang bermukim di kelas akhir sekolah lagi disibukkan dengan berbagai macam uji coba atau try out untuk persiapan di ajang UNAS. Ga peduli siswa cowok atau cewek, kita semua berjuang mati-matian (mati bo-ongan donk, iya kalo mati beneran ya dikubur). Menghadapi unas demi nilai tinggi dan memuaskan. Demikian pula dengan adek kelas kita, juga bakal berjuang sampai tetes darah penghabisan (ih, ikut donor darah dong), untuk meraih nilai agar tidak ngendon di kelasnya sekarang. Walhasil, mereka akan ngelakuin segala cara, supaya bisa mencapai GOAL tadi. Mulai dari les privat, ikut bimbingan belajar, nggenjot jam belajar, ampe nekat bikin catatan super duper imut sebagai “jimat” menjelang ujian. Eh, waktu ujian, keliru bawa struk belanjaan tadi malam. Capek deh. Bagi yang kurang persiapan, biasanya langsung ancang-ancang ngelobi target yang kira-kira capable untuk dimintai contekan. Istilahnya, posisi menentukan prestasi. Iih kalo yang terakhir ini mah nggak keren banget dech, palagi buat cewek
Sebenarnya yang dinamakan nyontek tuh yang kayak apa seh? Kasak-kusuk yang dapat dikategorikan menyontek diantaranya, nyalin jawaban teman atau ngintip dari buku catatan pas ujian (atau ngerpek). Or nyalin kalimat dari buku cetak tanpa nyebutin sumbernya saat ujian atau tugas. Gimana dengan ngasih contekan? Kamu ga boleh ngerasa aman lho, karena memberi contekan juga termasuk tindakan menyontek juga. Itu kan bikin contekan temen kita makin lancar jaya. Nah loh, ati-ati ya.
Gals, fenomena nyontek mungkin udah biasa seliweran di sekitar kita. Dan mungkin sebagian besar kita nganggap nyontek sebagai hal biasa. Padahal kalo kita perhatikan, ini nyontek tuh perbuatan curang yang memalukan. Selain bohong ama guru dan ortu, nyontek berarti membohongi diri sendiri. Aneh ya, padahal kita biasanya marah kalo dibohongi orang lain. Tapi kok mau dan rela dibohongi diri sendiri. Malah, ga sedikit yang bilang kalo nyontek itu sama dengan mencuri dan termasuk korupsi kecil-kecilan. Naudzubillah. Bayangin, cewek cantiq, caeum, dan kiut kayak kita (dikit narsis boleh donk... hehe) nyontek! Idih ga ada bedanya ama maling ayam yang bonyok digebukin massa dan digelendeng masuk bui.
Bayangin, ceweq cantiq, berwibawa, dan pinter kayak kita, nyontek! Identik ama pejabat koruptor yang makan duit rakyat, alias rela makan bangkai saudaranya sendiri. Iih... bakso dan soto masih enak, ngapain makan bangkai.
By the way, survey Litbang Media Group (19 April 2007) ngungkap kalo 70% responden di enam kota besar (Makasar, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan Medan) ngaku ketika sekolah atau kuliah, pernah ngelakuin kecurangan akademik yaitu nyontek. Duuh ga bayangin dech, bagaimana kalo mereka nantinya memimpin negara ini. Ga heran deh banyak koruptor.
Nah, hati-hati gals! Nyontek ini penyakit menular. Kalo tembok iman kita dibangun dengan cara yang salah, bisa aja kita ketularan nyontek. Dan kalo kamu beri contekan, sebenarnya kamu lebih bersalah dari yang nyontek. Lho kok bisa? Iya dong, karena selain kamu ngebantu melestarikan tindakan menyontek, juga nggandeng teman kamu untuk selalu nyontek. Kalo kita tilik lebih lanjut, salah satu penyebab semakin langgengnya fenomena nyontek ini adalah lemahnya sanksi nyontek. Kalo cuman ditegur atau dikurangi nilainya, mungkin ga bisa bikinsi yang nyontek jerah. Sedikit sekali guru atau dosen yang sampai ngebatalin kelulusan karena nyontek. Dengan alasan belas kasihan. Pantes aja, banyak teman-teman kita yang semakin membara semangatnya untuk menyontek, apalagi sanksinya ringan banget. Padahal gals, andaikan mereka tahu sanksi apa yang akan diterima di akhirat, wuih, bisa gosong nih badan.
Ehem, idola kita, Muhammad Rosulullah bersabda : ”Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Iman no 101]. Nah loh, kalo bukan golongannya Nabi Muhammad, golongan apa donk? Dalam Islam cuman ada 2 golongan, kalo ga golongan Rosul (taat pada Allah), pastilah golongan syetan. Hiih.....cantiq-cantik gaulnya ama syetan.
Gals, kenapa sih banyak temen kita yang pada nyontek? Ternyata, selain pengen nilai tinggi, motivasi nyontek bisa akibat tekanan tinggi yang diberikan kepada siswa. Tekanan nilai dan prestasi tentunya. Guru akan ngasih nilai raport berdasarkan hasil itung-itungan dari semua ujian yang dilakukan. Raport lalu bakal dilaporkan kepada orang tua siswa. Kalo nilainya jelek, tentu orang tua akan memperketat pengawasan belajar si anak. Bahkan, mungkin sampai ngebatasi waktu mainnya untuk belajar. Ga sedikit orang tua dan guru yang menilai baik-buruknya anak berdasarkan nilai akademik. Padahal seharusnya lebih ditekankan pada proses. Semaksimal apa usaha anak tadi dalam belajar? Karena disadari atau tidak, nilai adalah salah satu rizki Allah. Alasan nyontek yang lain adalah karena belum belajar saat ujian. Ini sudah hal yang umum, biasanya kita belajar semalam sebelum ujian. Wayangan. Padahal cara instan ini ga bakal efektif. Selain bikin kita capek, apa yang kita udah pelajari semalaman juga akan hilang secara instan. Alasan yang lain biasanya adalah karena sulitnya soal. Ini seakan maksa temen-temen kita untuk nyontek. Seperti kata Bang Napi, nyontek, yang sama halnya dengan mencuri dan korupsi, bisa dilakukan jika ada peluang dan kesempatan, maka WASPADALAH! WASPADALAH!
Nah, biar ”percontekan” ini ga semakin menjamur, sangat dibutuhkan kerjasama berbagai pihak. Karena kalo cuman kita aja yang jaga diri dan berusaha ngingatkan teman agar ga nyontek, tentu kurang efektif. Apalagi kita sendiri doyan nyontek. Bisa berabe tuh.
Pihak pengajar juga punya peranan yang besar, diantaranya ada membocorkan soal ujian, dan ada yang sedikit malas menjalankan sanksi. Padahal kalo hal ini terjadi sebaliknya, proses menyontek akan minim terjadi. Terakhir, sistem pendidikan juga kudu diperbaiki, jangan hanya melihat segalanya dari nilai nilai hitam di atas putih. Tapi lebih menekankan proses yang dilalui oleh nilai kejujuran. Nilai memang penting, tapi yang jauh lebih penting adalah gimana nyiapin mental mandiri dan jujur para siswa. Merekalah nanti yang akan nentukan nasibnya dan nasib bangsa ini.
Ok gals, dah paham kan? Kalo kamu ga mau dicap golongannya syetan, apalagi ga dianggep golongannya Nabi Muhammad (duuh..kachian...), jangan sekali-kali dech nyontek. Coz, ”lirikan mata” dan ”tangan terampil” kita nanti yang akan ngaku di hadapan Allah SWT. So, jangan nodai kecantikanmu dengan bergaul dengan para syetan. Gambatte ne! (esa).
All about Chocolate
Coklat? Siapa sih yang ga suka? Apalagi bila ia dikemas dalam ice cream, snack atau permen, wuiih... yang batangan juga ga kalah enak lho, hehe... Ehm.....jangan keburu ngiler ya, baca terus! Bagi sebagian kalangan, coklat dipakai sebagai tanda atau simbol untuk menyatakan cinta, kasih sayang, atau sekedar untuk memberikan perhatian lebih bagi orang-orang tertentu, terutama pada bulan Februari ini. Tapi kamu-kamu ga ikutan Val Day kan?!. Kalo masih ikutan, kamu kudu baca dulu dech artikel di halaman depan. Ok, tetep stay chun ya...
Allah SWT menciptakan alam dan berbagai tumbuhan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, Allah SWT berfirman, ”Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmukarena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (TQS. Al Baqarah: 22). Begitu juga dengan hewan, Allah SWT berfirman, ”an diantara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk kendaraan, dan ada yang disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al An’am: 142)
Nah, coklat termasuk dalam salah satu ciptaan Allah, yang ternyata mengandung manfaat cukup besar bagi manusia. Apalagi bila kita mampu menyajikannya menjadi makanan yang lezat, halal lagi. Namun, meski rasanya yang cukup menggiurkan, ada juga lho sebagian orang yang memilih untuk tidak mengkonsumsi coklat, sampae-sampe mengharamkan makan coklat, dengan alasan takut gemuk, jerawatan, dan sebagainya. Eit, ga boleh lho mengharamkan apa-apa yang dihalalkan oleh Allah. Lha terus, gimana donk? Sebetulnya kita tidak perlu terlalu khawatir gitu kali, karena coklat telah terbukti memiliki pengaruh positif bagi kesehatan tubuh kita, disamping rasanya yang begitu lezat.
Kata coklat yang dalam bahasa Inggrisnya disebut ”chocolate” berasal dari bahasa Indian Meksiko yang merupakan gabungan dari kata choco (busa) dan atl (air); atau dari bahasa Maya ”xocoatl”; atau ”cacahuatl” dari bahasa suku Aztec yang memiliki arti cairan hangat atau pahit. Dahulu, minuman coklat ini tergolong minuman bergengsi yang hanya bisa diminum oleh orang kaya saja. Bahkan masyarakat di Semenanjung Yucatan, sebuah daerah tropis Meksiko Selatan menggunakannya sebagai alat tukar atau pengganti uang. Namun seiring dengan semakin maju dan canggihnya teknologi, coklat tidak hanya menjadi minuman tetapi juga snack yang disukai oleh semua orang, tidak hanya anak-anak. Selain itu, coklat juga dijadikan sebagai bahan dasar dari berbagai macam kue, tart, dan sebagainya.
Seperti kita ketahui, banyak mitos yang menyatakan bahwa coklat adalah salah satu penyebab utama kegemukan. Banyak diantara kita, bahkan menjadi coklat fobia. Padahal jika kita tahu, sebenarnya coklat bisa menjadi sobat yang baik bagi kita, kapanpun dan dimanapun tanpa kita takut dihantui kegemukan. Ga percaya? Liat aja kandungan dan fungsi zat-zat yang terkandung dalam coklat.
Yang pertama, karbohidrat yang dibentuk oleh senyawa kimia dalam coklat menghasilkan serotonin, yang membantu stimulasi otak sehingga kita merasa santai dan tenang.
Kedua, antioksidan yang dapat membantu mencegah serangan jantung dan mempertahankan daya tahan tubuh. Menurut Dr. Mauro Serafini dari National Institute for Food and Nutrition Research di Roma (Italia), coklat hitam (bukan coklat putih ato coklat susu) mengandung antioksidan dalam jumlah banyak, yang mampu menangkal radikal bebas dan melindungi sel-sel hati dari kerusakan.
Ketiga, kalsium dan magnesium yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Meskipun terkadang coklat kurang bagus untuk gigi, namun coklat baik untuk dikonsumsi dalam jumlah kecil dan secara teratur. Sebuah studi menunjukkan bahwa coklat baik juga untuk mendukung pertumbuhan tulang dan proses penyembuhan.
Keempat, asam stearat dalam lemak coklat membuat lemak coklat tidak sejahat lemak hewani. Lemak ini terbukti bagus untuk kesehatan jantung dan mencegah kanker. Di dalam lemak coklat juga ada polifenol, yang bisa mencegah masuknya bakteri penyebab jerawat pada kulit wajah.
Lima, katekin yaitu sejenis antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini.
Enam, theobromine dan caffein yang memberikan energi bagi tubuh. Menurut para ahli, theobromine ini dapat dapat mencegah batuk.
Tujuh, flavanol, sejenis antioksidan yang dapat melacak dan menghancurkan kimia berbahaya dalam tubuh yang menyebabkan penuaan dan berpotensi pada penyakit serius. Dan disinyalir dapat mencegah tekanan darah tinggi dan melindungi kita dari stroke karena coklat dapat mencegah pembekuan darah (salah satu penyebab stroke).
Dan masih banyak lagi manfaat coklat yang lain. So gals, jangan pernah menyalahkan coklat sebagai penyebab kegemukan atau penyebab jerawat. Faktanya tidak ada salah satupun makanan yang dapat menyebabkan kegemukan, tetapi seberapa banyak jumlah yang dikonsumsi, itulah yang memberikan kontribusi terhadap kegemukan. Namun hati-hati gals, karena produk coklat ga selamanya aman buat tubuh kita. Karena ada campuran yang digunakan dalam produk-produk coklat yang bisa membuat gemuk. Misalnya bahan pemanis dan penambah kaya rasa seperti gula, susu dan mentega yang bisa memberikan efek kurang baik bila dikonsumsi berlebihan. Menurut American Dietetic Association, semakin murni coklat yang kita konsumsi maka akan semakin besar keuntungan yang kita peroleh, misalnya cocoa powder. Berikut ini adalah beberapa coklat yang bagus untuk dikonsumsi : Dark chocolate (coklat hitam), Frozen yogurt (yogurt coklat), Chocolate puddings, Hot chocolate (coklat panas dengan minim gula), Pure chocolate (coklat murni), Chocolate chips dan lain-lain. Intinya, semakin murni coklatnya, semakin baik.
So gals, dari rentetan manfaat coklat di atas, apakah kita masih memilih untuk melewatkan manfaat coklat ini? Karena solusinya mudah saja, makanlah coklat tetapi dengan memilih coklat murni atau dark coklat. Selain itu, bagi yang rentan menderita batu ginjal, jangan lupa minum air putih yang banyak setelah mengkonsumsi coklat Tapi gals, perlu digaris bawahi yang tebel, konsumsi coklatnya dalam takaran yang wajar aja, jangan berlebihan, agar tetap cantik dan awet muda, serta terhindar dari berbagai penyakit. (Esa)
SMS Hati Teruntuk Ukhti
SMS HATI TERUNTUK UKHTI
Mungkin kejadian ini bukan dirasakan oleh Aku seorang. Pasalnya, banyak teman-temanku juga mengeluhkan masalah ini. Sering sekali mereka curhat tentang kekesalan mereka terhadap SMS-SMS yang bisa merusak kekebalan hati ini. Bisa dibilang SMS ini menimbulkan penyakit hati.
Salah satu dari teman halaqah-ku misalnya pernah bercerita, hampir setiap tengah malam dia selalu mendapatkan SMS yang berisi ajakkan untuk sholat lail dari seorang cowok yang notabene tergolong aktivis dakwah di kampusnya. Ada juga versi SMS lainnya yang berisikan tentang tausiah atau sekedar basa-basi saja.
Bukannya mau ber-su'udzan. Tapi setelah dianalisis kembali SMS itu justru bukan berlandaskan lillahi ta'ala alias hanya sekedar cari perhatian. Entah apa sebenarnya motivasi mereka sesungguhnya.
Pernah di suatu pertemuan Aku dan teman yang lainnya dikejutkan oleh artikel sebuah majalah remaja islami yang pada waktu itu membahas habis perihal 'Ketika Ikhwah Sedang Jatuh Cinta'. Memang sangat menarik sekali ketika kita melihat title dan komposisi dari artikel tersebut. Tetapi disini, yang membuat kami terkejut sekaligus jengkel adalah mengapa justru para akhwat yang disebut-sebut ke-GR-an kalau menerima SMS dari para ikhwan padahal semua itu juga disebabkan ulah para ikhwan yang tidak bertanggung jawab.
Sepulang dari pertemuan tersebut sempat terlintas dibenakku untuk menulis sebuah karangan non-fiktif yang bebentuk research terhadap ulah para ikhwan tersebut. Hitung-hitung biar bisa mengekspresikan kekesalanku terhadap pandangan tersebut yang cenderung lebih memojokkan kami para akhwat khususnya. Bagi kami ini jelas-jelas tidaklah adil.
Segala hal yang berbau strategi meliputi kerangka berpikir atau outline-nya sudah kupersiapkan sedikit demi sedikit. Sepertinya Alloh SWT mempunyai kehendak yang lain. Ternyata sampai saat ini buah pemikiranku itu belum kutuangkan sedikit pun lewat tinta. Ya…planning tinggalah planning. Tetapi kenyataannya memang susah untuk ngelaksanain misi rahasiaku itu. Sebenarnya hambatan untuk menulis itu bukan karena keterbatasan fasilitas atau rasa malas tapi karena amanah akademis maupun halaqah yang lebih harus diprioritaskan. Disamping itu dalam misi rahasiaku itu diperlukan data yang bisa dibilang tergolong high risk untuk didapat. Coz misi rahasia ini memerlukan bukan sekedar data biasa yang bisa diteliti dalam bentuk kuisioner atau dengan wawancara.
Tapi siapa yang menyangka dibalik kekesalanku terhadap SMS hati (biasa kusebut) aku menemukan sebuah ibroh yang mungkin bisa menjadi sebuah cerminan ketika para muslimah hendak ber-tabaruj.
Kejadian ini berawal ketika aku menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halamanku, Jakarta. SMS yang bermula dari sebuah misscall nomer yang tidak kukenal. Disitu kukira teman sekampusku yang hendak menghubungiku. Entah mau berkonsultasi tentang masalah dikampus atau yang lain.
Dalam SMS-ku kutulis keingintahuanku terhadap siapa pemilik nomer tersebut. Lalu nomer tersebut merespon dengan perkataan bahwa dia meminta maaf karena telah mengganggu waktuku. Pada saat itu, aku sama sekali tidak berpikir negatif sama sekali. Dari SMS-SMS yang dikirimnya aku menangkap kalau si pengirim misterius itu adalah adik angkatanku. Maaf saja, kalau aku sebut si pengirim itu misterius karena dia tidak mau memberikan identitasnya dan dari mana dia mendapatkan nomerku.
Uugh…curang!!! Pintaku dalam hati. Menurut pengakuannya, dia sama sekali belum pernah bejumpa denganku sebelumnya. Dan yang lebih surprise lagi dia mengetahui namaku dan kegiatan ekstrakurikuler yang kuikuti. Ternyata si pengirim misterius mempunyai niatan untuk ber-hijrah dijalan Alloh. Kebanyakan isi SMS-nya berisikan konsultasi bagaimana berproses yang benar untuk berada di jalan yang kaffah dan di ridhai oleh Alloh SWT. Adapun SMS-SMS konsultasi yang dia kirimkan, yaitu masalah tentang bagaimana pergaulan antara ikhwan dan akhwat yang syar'i dan masalah manajemen hati.
Suatu ketika, ada satu pertanyaannya yang cukup mengagetkan, yaitu ketika ia bertanya, apakah para aktivis dakwah kemungkinan pernah mengalami penyakit hati? Menurutku ini merupakan pertanyaan yang kritis dan harus dijawab dengan jujur. Aku katakan pada waktu itu juga kalau aktivis dakwah itu bukanlah malaikat melainkan manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan dan sering melakukan ke-khilafan.
Setelah itu dia juga bercerita kalau dia baru saja memutuskan pacarnya dengan alasan takut dengan dosa. Kemudian dia bertanya kembali, apakah tindakannya benar karena sudah memutuskan pacarnya. Dengan lugas aku menjawab pacaran memang banyak sisi kelemahannya dibandingkan sisi kelebihannya dan banyak merugikan kedua belah pihak.
Pada awalnya sih, aku tidak merasa curiga pada si pengirim SMS misterius tersebut. Terus terang dari awal aku memang merasakan ketidakadilan diantara aku dan si pengirim SMS misterius itu. Dengan alasan yang cukup jelas, dia tahu namaku dan tahu bagaimana aku di kampus. Lagipula aku menyadari bahwa perananku disini adalah sebagai akhwat yang seharusnya mengerti akan batas atau koridor-koridor pergaulan dalam tata cara yang islami. Alhamdulillah… dari dasar lubuk hati yang terdalam berkata kalau ini bukanlah ajang untuk berkomunikasi yang sehat apalagi si pengirim adalah seorang cowok yang berniat untuk terus berproses mencari kebenaran.
Akhirnya, aku pun mulai mencari celah agar si pengirim bisa mengerti akan maksudku untuk tidak mengirimkan SMS-nya secara terus menerus lagi kepadaku.
Finally, aku punya gagasan yang insya Alloh bisa menghentikannya untuk mengirimkan SMS-nya kepadaku lagi. Dalam balasan SMS-ku, aku membuat alasan kalau jawaban konsultasiku untuk dia tidaklah jelas kalau harus dibahas lewat SMS di handphone karena pasti ada kata-kata yang terputus atau hilang. Oleh karena itu, aku usul untuk menjawab semua pertanyaannya itu via email. Dan alhamdulillah ternyata dia merespon dengan baik dan bersedia memberikan alamat email-nya kepadaku.
Masa tenggang waktu yang aku janjikan untuk mengirimkan email kepada si pengirim misterius itu berlalu sudah karena terus terang aku masih kesulitan untuk menuangkan kata-kataku kedalam tulisan yang nantinya akan kukirim kepada si pengirim misterius itu.
Alhamdulillah…Alloh memberikan keberanian dan memupuk rasa percaya diriku untuk melaksanakannya. Hmmm…selama ini ternyata aku memang takut salah mengungkapkan isi hati yang kumaksud padahal itu menyuarakan sebuah kebenaran. Dengan alasan aku tidak mau akibat dari kata-kataku nanti orang jadi salah persepsi tentang citra akhwat sebagai da'iah.
Dengan diliputi rasa bersalah, sedih nggak tahu harus berkata apalagi akhirnya aku mengirimkan SMS dengan kalimat yang waktu itu baru saja aku dapatkan dari salah seorang teman. Yang diambilnya dari salah satu surat di dalam Al-Qur'an. SMS tersebut intinya menyindir si pengirim misterius itu. Buat apa dia mencari kebenaran kalau selama ini hanya dilandasi dengan hawa dan nafsu. Aku tidak tahu apakah itu akan membuat ia mengerti nantinya.
Didalam email-ku untuknya, kujelaskan maksudku kenapa aku mengalihkan perbincangan dari sistem SMS ke sistem internet via email.
Lewat Penjelasan yang sangat hati-hati dan diupayakan agar mengena di hatinya bahwa dari awal perbuatannya adalah sebuah kekeliruan. Walaupun begitu Aku sangat salut akan semangatnya untuk mencari sebuah kebenaran yang hakiki dan dia berhak mendapatkannya dari siapa saja, tidak memandang gender. Tetapi ada yang perlu diperhatikan kalau kita hanya manusia yang sering sekali khilaf. Kapan saja bisa berbuat kesalahan dan apapun yang terjadi kita tetap harus kembali lagi kepada kuasa Alloh karena Beliaulah yang mempunyai pedoman yang esa yaitu Al- Qur'an. Mengingat si pengirim mempunyai niatan untuk menjadi ikhwan wanna be. Selain itu aku menyarankan agar dia lebih memfokuskan hati dan niatannya hanya berdasarkan Illah fillah. Selain itu Aku juga mencarikan solusi terbaik untuknya agar tetap terus berproses dijalan yang di ridhoi Alloh SWT.
Ternyata tidak kuduga sama sekali, pasca aku mengirimkan email kepada si pengirim SMS misterius itu, tidak sekalipun dia mengirimkan SMS kepadaku lagi. Beberapa hari setelah peristiwa SMS misterius itu, aku kembali dikejutkan oleh sebuah balasan email yang ternyata dari seseorang yang bernama Rafli. Yang belakangan kusadari kalau itu adalah balasan email dari si pengirim misterius itu. Kucermati isi email tersebut :
"assalamualaikum wr.wb terima kasih sebelumnya sudah kirim email ke saya. Mohon maaf kalau kemarin saya sudah ganggu antum, insya Allah apa yang sudah antum tuliskan dalam email tersebut sangat bermanfaat bagi saya. Mudah-mudahan saya bisa berproses lebih baik lagi amin. Sekali lagi memang saya tidak bermaksud apa-apa, mungkin ini kelemahan saya sebagai seorang yang akan terus berproses. Jadi saya harap antum tidak salah sangka terhadap saya. Dan saya sangat bersyukur, ternyata apa yang antum sampaikan benar semuanya. Saran antum tidak ada yang salah, justru inilah yang mencerminkan kepribadian seorang akhwat sejati. Memang tidak selayaknya seorang ikhwan dan akhwat membuka pintu-pintu syaitan meskipun dari hal yang sekecil-kecilnya. Selamat ... antum semoga bisa istiqamah selalu….".
Belum kutuntaskan membaca email dari si pengirim misterius itu. Entah kenapa ada terbesit perasaan kesal, jengkel, dan malu. Dari dasar lubuk hatiku berkata, iseng banget sih kayak nggak ada kerjaan aja. Maunya apa sih nih orang ? pada saat itu juga aku merasa seperti dipermainkan. Dengan rasa penasaran dan diambang keemosian, kembali kulanjutkan bacaanku yang terputus tadi.
"…Maaf juga , ini saya lakukan karena memang selama ini saya kurang percaya dengan penampilan seorang akhwat, kadang ketika dalam situasi formal terkesan sangat alim, tetapi dilain waktu saya pernah menjumpai seorang akhwat yang bahkan terkesan berlebihan dibanding yang awam. Tapi ternyata dugaan saya salah, dari email antum saya simpulkan ternyata masih banyak akhwat yang tidak seburuk saya kira. Benarkan? Ok, mungkin itu dulu, dan maaf kalau bahasa saya agak kacau dan membingungkan maksudnya.Ok, keep istiqamah. wassalamualaikum wr. wb "
Allahu Akbar !!! Serentak, gemuruh di dalam hati ini. Setelah membaca kalimat-kalimat terakhir itu hati ini bagaikan tersiram oleh tinta hitam yang pekat. Baru saja aku berpikiran, berprasangka dan membuat sebuah judgement terhadap para ikhwan yang ingin membuka aib kami, para akhwat. Belakangan aku tersadar, siapakah yang patut dipersalahkan didalam kejadian ini? Jawabnya, bukan para ikhwan tentunya. Dan perkataan artikel itu juga tidak sepenuhnya salah.
Hal ini membuatku teringat kepada fenomena-fenomena yang pernah aku lihat dengan jelas dan ini sungguh benar-benar terjadi pada kita kalangan akhwat. Sudahkah kita berkaca dan bertanya pada diri kita sendiri terutama hatimu. Tentu saja suara hatimu tidak akan pernah membohongi dirimu. Hanya saja di setiap kita ada yang melipat hatinya sehingga hati itu tidak dapat berbisik dengan indah. Dan tidakkah engkau menyadari eksistensi kita sebagai seorang da'iah yaitu wanita-wanita yang membawa kebenaran hakiki dan selalu menjaga kemaluannya. Oleh karena itu, renungkanlah wahai sahabat….
Jadikanlah dirimu bak bidadari di syurga, makhluk yang cantik wajahnya dan bagus akhlaknya. Mereka bukanlah makhluk sombong dengan kecantikannya. Tidak pernah berselingkuh dengan makhluk lain. Mereka tidak memanfaatkan kecantikannya untuk perbuatan nista.
* Dictionary
Akhwat = cewek berjilbab, aktivis, daiyah; Ikhwan = cowok, aktivis, dai; Halaqoh = kelompok kajian kecil; Antum = kamu, anda, engkau; Ikhwah/ukhti = saudara (perempuan)
Kerudung Gaul: Melecehkan Islam
Bagi mereka yang merasa kudu tampil modis dan trendi, tren kudung gaul jadi semacam bentuk penyaluran dari seleranya. Maksudnya pengen mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang 'in' saat ini. Akibatnya, dalam masalah kerudung aja mesti ada aturan main yang dibuatnya sendiri.
Sobat. Sebenarnya sih kita bahagia dengan mulai tumbuhnya dalam diri temen-temen remaja puteri semacam kerinduan untuk tampil dengan simbol-simbol Islam. Jujur saja, itu udah merupakan prestasi tersendiri bagi yang bersangkutan. Maklum, jaman sekarang banyak kaum muslimin yang mulai berani mencampakkan nilai-nilai Islam. Rasanya sulit menemukan orang yang mau bener-bener menegakkan nilai dan ajaran Islam. Hanya saja, buat temen-temen yang masih begini, perlu bimbingan lanjut supaya nggak salah arah.
Dalam tren kudung gaul ini. Di mana-mana memang marak. Satu sisi, untuk kelas orang awam bolehlah berbangga diri. Tapi inget lho, yang seperti itu bisa bikin blunder. Tahu blunder kan? (jangan sampe ketuker dengen blender ya?) Coba, betapa ngerinya kalo itu kemudian bikin repot sendiri, layaknya orang yang melakukan blunder dalam permainan sepakbola. Maksud hati menghalau bola keluar lapangan, eh, ndak tahunya bola malah nemplok di kaki lawan. Karuan aja, bikin lawan mudah untuk menceploskan ke gawang kita sendiri. Eh, hubungannya dengan kudung gaul apa neh?
Begini sobat. Saat ini mungkin kamu belum menyadari akibatnya. Tapi suatu saat nanti, yang beginian bakalan bikin repot, lho. Why? Because, maraknya temen-temen remaja puteri yang mengenakan kudung gaul ini, justru karena ketidak-tahuannya tentang aturan Islam dalam masalah ini (juga ada yang ngak mau tahu tuh). Adakalanya temen-temen itu ikut-ikutan doang. Sebab, pemahaman Islamnya masih belum mapan. Maka, marak¬nya kudung gaul ini justru akan semakin memberikan citra buruk buat kaum muslimin. Karena, mereka udah merasa seneng berIslam tapi cuma mengandalkan modal semangat.
Kita coba ngasih penjelasan sedikit. Moga-moga aja kamu pada paham ya? Jilbab bermakna milhâfah (baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis), kain (kisâ') apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsawb) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus al-Muhîth dinyatakan demikian: Jilbab itu laksana sirdâb (terowongan) atau sinmâr (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.
Nah, kalo kamu pengen tahu penjelasan tambahannya, ada juga keterangan dalam kamus ash-Shahhâh, al-Jawhârî menyatakan: Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhâfah) yang sering disebut mulâ'ah (baju kurung). Begitu sobat. Moga aja setelah ini nggak kebalik-balik lagi ketika membedakan antara jilbab dan kerudung.
Nah, yang dimaksud pakaian muslimah dan sesuai syariat Islam, adalah jilbab plus kerudungnya. Dan itu wajib dikenakan ketika keluar rumah. Di dalam rumah gimana? Emang sih nggak wajib, tapi ketika nemuin orang asing (baca: bukan mahram) yang kebetulan sedang bertamu ke rumah kamu or keluarga kamu, ya, wajib pake.
Busana, menurut Kefgen dan Touchie-Specht, mempunyai fungsi: diferensiasi perilaku dan emosi. Dengan busana, membedakan diri (dan kelompoknya) dari orang, kelompok, atau golongan lain. Kalo ada orang yang pake tanda "salib", kamu udah langsung bisa nebak, kalo orang tersebut agamanya Nasrani. Begitu juga ketika kamu ngelihat di televisi ada orang yang pake topi yarmelke, kamu bisa langsung menyimpulkan kalo orang itu adalah Yahudi. Begitupun ketika kamu menyaksikan ada orang yang pake baju koko, sarung, berpeci, dan masuk mesjid, segera saja kamu menyimpulkan kalo orang itu adalah muslim. Paling nggak ini sebagai identifikasi awal. Dan tentunya simbol-simbol itu udah disepakati bersama.
Bagi teman remaja puteri yang mengenakan jilbab dan kerudung, tentunya itu adalah bagian dari simbol Islam. Dan jelas itu membedakan dengan golongan lain. Kita udah memposisikan diri siapa kita. Sebab, busana juga bisa sebagai sarana untuk menyampaikan pesan. Minimal, siapa kita. Tul nggak?
Trus, busana juga bisa mengendalikan perilaku, lho. Betul banget. Sebab, ketika kamu pake sarung dan baju koko, maka pantesnya kamu menjaga tingkah lakumu. Jadi kalo pas penampilan kamu begitu, pastinya kudu malu dong kalo kamu main gaple or joget dangdutan di pesta kawinan tetangga kamu. Termasuk teman remaja puteri bisa menjaga diri. Nggak pantes rasanya kalo udah pake jilbab, tapi ngomongnya sering nyakitin ati teman kamu.
Lalu, busana juga ternyata bisa berfungsi emosional. Jaman kampanye pemilu dulu, ketika kamu pake kaos partai pujaan kamu, kamu bangga banget. Ketika konvoi bareng satu kelompok dengan kaos yang sama, terasa lebih terlibat secara emosi. Begitupun ketika kamu tampil dengan kostum bak pejuang intifada, rasanya seperti sedang berada di medan tempur melawan Israel. Jadi jelas busana dan aksesoris itu bisa berfungsi sebagai emosi.
Busana muslimah, jilbab, adalah juga simbol identitas. Simbol pembeda antara yang benar dan salah. Memakai busana muslimah sekaligus merupakan simbol mental baja pemakainya. Gimana nggak, dalam kondisi masyarakat yang rusak binti amburadul ini masih ada orang yang berani tampil dan bangga dengan jilbab. Maklum saja, jaman sekarang ini jaman amburadul, utamanya kaum wanita dalam soal busana. Nggak abis pikir emang.
Saudaraku, seharusnya, jadikan citra jilbab dalam perspesi sosial umum sebagai kebaikan; sopan, ramah, kalem, tahu agama, alim dan sebagainya. Jadi, seperti kata Kefgen dan Touchie-Specht, bahwa busana adalah "menyampaikan pesan". Kamu menerima pesan di balik busana orang, kemudian merespon sesuai persepsi sosial kamu.
Rahasia Jadi Akhwat OK
Banyak anggapan salah tentang perempuan, seolah-olah jadi perempuan itu suatu musibah, karena hamil dianggap inilah letak kerugiannya.Ibu-ibu cemas punya anak perempuan karena mereka menganggap susah menjaganya dan takut hamil di luar nikah baik karena “kecelakaan” atau pemerkosaan, yang akhirnya mengakibatkan aborsi. Apalagi pada era kebebasan sekarang ini, tindakan aborsi menjadi kebutuhan primer wanita aliran “serba boleh”. Padahal, bagi yang tahu rahasianya, jadi perempuan bener-bener oke lho...
Allah meletakkan tugas yang begitu mulia di atas pundak seorang wanita. Bukankah selain nabi Adam AS dan Siti Hawa, semua manusia di dunia dia lahir melalui perut seorang wanita? Wanita itu punya ciri khas. Dia memiliki rahim, tempat penyimpanan bakal manusia sebelum lahir ke muka bumi. “Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim)” (QS 77:21)
Rahim mempunyai fungsi penting ketika seorang gadis akil baligh. Tiap bulan ia akan mengalami peristiwa “pendarahan” yang ditandai dengan rasa nyeri fisik dan gangguan psikis (kejiwaan) juga. “Sesungguhnya darah haid itu darah hitam yang terkenal. Maka apabila ada begitu, berhentilah dari sholat ; tetapi jika ada yang lain berwudlulah dan sholatlah” (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Menstruasi pertama merupakan pintu masuk seorang gadis menuju kedewasaan. Saat itu ia menjadi mukalaf (memikul tanggung jawab secara syar’i menjadi wanita dewasa).
Keunikan rahim makin mempesona ketika hamil. Ia mirip dengan balon. Jika enggak hamil ukurannya cuma sebesar buah apukat, tapi jika hamil, bisa menggelembung melebihi buah semangka. Serunya lagi, dalam keadaan tidak hamil, rahim hampir tidak dapat menampung satu sendok air. Tapi ketika hamil usia 9 bulan, daya tampung uterus mirip container ekspor. Saat itu, rahim menyimpan 4 kilogram bayi, setengah kilogram ari-ari dan sekitar 1,8 liter cairan amniotik. Subhanaallah pada tahap ini seorang wanita mengalami kelemahan diatas kelemahan. (QS 31:14; 46:15).
Adapun beberapa rahasia yang perlu dimiliki wanita biar oke punya en nggak rugi dunia akhirat:
1. “Hai Maryam, taatlah kepada Rabb-mu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku” (QS Ali Imron ayat 43)
Sungguh merugilah wanita yang proses menstruasi dan kehamilannya tak mampu mengambil ibroh tentang kekuasaan Allah. Contoh kehamilan yang membuat seorang wanita semakin dalam taqwanya kepada Sang Pencipta. Ketika istri Imran berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang sholeh dan berkhidmat (di baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS ali Imran :35).
Selain itu, ada Maryam-Ibunda nabi Isa as yang menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh (QS 19:22). Juga Ibunda Nabi Musa as yang hatinya menjadi kosong saking kalutnya melihat sang bayi terombang-ambing dalam peti dibawa arus air sungai Nil (QS 28: 7&10). Adapun keadaan mandul merupakan takdir Allah sebagaimana tercantum dalam Alquran surat Asy-Syuura 49-50. “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang Dia kehendaki) dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki..Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”
2. “....memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS 4:34)
Banyak aturan Islam atas diri seorang wanita dalam rangka memelihara dirinya. tunduklah dalam berbicara sehingga orang yang berpenyakit hatinya tidak akan tergoda. Janganlah keluar rumah tanpa alasan yang dibenarkan syar’i, janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliyah (QS 33:32-33), hendaklah menahan pandangan dan memelihara kemaluannya (QS 24:31)
3. “....tidak akan membunuh anaknya “ (QS 60:12)
Sebagai perempuan yang bisa hamil, sangat mudah baginya unuk membunuh janin yang ada dalam kandungannya. Bukankah ia tahu lebih dulu apakah dirinya hamil atau tidak? Kenyataannya di jaman sekarang, berjuta-juta bayi dibunuh dalam proses aborsi karena si Ibu tidak menghendaki kelahirannya. Untuk itu Allah mewanti-wanti kaum wanita untuk menjauhi perbuatan “membunuh” jabang bayi atau yang sudah menjadi bayi.
4.”...tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka”(QS 60 :12). Sebahagia perempuan yang bisa hamil, sangat mudah baginya untuk berbuat dusta dalam hal zina. Bisa jadi suaminya si Bambang, padahal bayi yang ada dalam kandungannya adalah hasil perbuatan zinanya dengan Marno. Bukankah ketika lahir nggak mudah diketahui bapak si anak yang sesungguhnya kalau ternyata si Ibu adalah wanita murahan? Dengan demikian hilanglah kejelasan nasab/pertalian darah seorang anak dengan bapaknya.
Karena statusnya sebagai istri dari seorang laki-laki dan Ibu dari anak-anak laki-laki tersebut, maka Allah memberi keistimewaan kepada kaum perempuan.
1. Nggak wajib cari nafkah (QS 4:34 & 65:7)
2. Disediakan tempat tinggal (boleh rumah kontarakan ; boleh rumah sendiri)
3. Dapat hadiah yang disebut mahar ketika mau dinikahi
4. Kalo dicerai dapat hadiah yang disebut mut’ah (2:241), kalo dicerai pas hamil, dapat nafkah sampai melahirkan sang bayi (QS 65:6)
5. Nggak wajib perang, malah kaum lelaki berperang fiisabilillah untuk membela kaum wanita (QS 4:75)
Jadi, enak dong jadi perempuan itu, cukup ongkang-ongkang kaki saja, ternyata enggak juga. Kaum wanitapun dituntut untuk bahu membahu bersama kaum lelaki menegakkan syariat Allah di muka bumi ini. Sebab, orang yang berjihad derajatnya lebih tinggi dari orang yang hanya duduk-duduk (QS 4: 95-96).
Muslimah Menulis
Muslimah Menulis
Selalu ada saat pertama, dan itulah yang terberat. Begitulah sebuah kalimat bijak mengajarkan kita tentang pengalaman pertama kita. Pengalaman apapun. Pertama berjalan, pertama bicara, pertama maju di depan kelas, pertama ujian kelas, pertama memakai komputer, adalah masa yang terasa sulit dan berat. Namun setelah kita terbiasa dengan yang pertama tadi, maka akan ringanlah kelanjutan saat pertama kita.
Begitu pula dalam menulis. Penulis meyakini bahwa kemampuan menulis adalah hal yang bisa dimunculkan dan diasah, bukan semata bakat dan keturunan. Bahwa belajar menulis, adalah sama halnya dengan belajar naik sepeda. Mungkin kita akan diberitahu tahapan-tahapan belajar dan menaikinya. Namun tetap saja setiap orang akan berbeda dalam proses dan pencapaiannya.
Sedikit tips dan langkah-langkah berikut diharapkan bisa membantu dalam memasuki dunia tulis menulis.
Membaca
Hal ini merupakan syarat mutlak dalam menulis. Bagaimana mungkin seseorang bisa menulis bila tidak pernah mendapat input wawasan dan pengetahuan lewat bacaan. Dengan membaca kita akan terkayakan, baik ide, wawasan, paradigma dan juga gaya penulisan penulis lain, sehingga kita bisa belajar dari sana.
2. Cari ide
Ide bisa didapat dimana saja. Ketika melihat pengamen jalanan kita bisa menuliskan tentang keprihatinan akan fenomena kehidupan jalanan. Atau bahkan pengalaman sendiri bisa menjadi ide tulisan. Tulislah apa saja yang ingin ditulis.
3. Tulislah seperti apa yang dipikirkan
Jangan berpikir untuk membuat tulisan sekualitas Miranda Risang Ayu di awal menulis. Itu hanya akan membuat kita stress. Tulislah seperti apa yang terlintas di pikiran kita. Jangan pikirkan dulu hasilnya. James G. Robbins & Barbara S. Jones mengungkapkan: “Janganlah tunggu sampai Anda dapat menulis kalimat atau bab-bab yang sempurna, atau ungkapan-ungkapan yang dalam. Janganlah terkejut atau kecewa jika Anda gagal untuk mempertunjukkan atau menghasilkan kualitas yang tinggi dalam tulisan pertama Anda. Pokoknya teruslah memulainya”.
Sementara J.K Rowling berpesan, “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Itulah yang saya lakukan”.
5. Copy The Master
Mungkin diawal kita akan bingung, seperti apa gaya penulisan saya?. Setalah bebas menuliskan ide, cobalah untuk melihat gaya penulis yang sudah terkenal, kita bisa mencoba gaya penulisannya, dan insyaAlloh suatu saat kita kan menemukan gaya kita sendiri.
6. Mulai dari hal-hal sederhana
Jangan sepelekan buku harian dan surat pembaca. Buku harian yang kita isi tiap hari menjadi latihan yang baik. Coba lihat apa isi buku harian kita. Kalau isinya masih seputar curhat dan cerita hari ini, kembangkan lagi menjadi ide, gagasan dan rencana kehidupan kita. Surat pembaca juga bisa menjadi latihan efektif, bukankah itu merupakan pengungkapan ide dan gagasan juga.
7. Beranikan mengirimnya ke media massa
Kesempatan untuk mengirimkan ke media massa terbuka lebar, baik media cetak ataupun media internet. Tidak perlu risau apakah dimuat atau tidak, ini adalah pembelajaran untuk kita. Dengan seringnya kita mengirim tulisan akan mengasah kemampuan menulis dan lama-lama semakin mahir. Salah satu tips juga kirimkan ke milis-milis yang kita ikuti, biasanya peserta milis akan memberikan apresiasinya, dan kita akan terbantu untuk meningkatkan kualitas tulisan.
8. Ikuti pelatihan jurnalistik/milis kepenulisan/forum penulis pemula
Ini untuk membuka wawasan dan bertemu serta berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki cita-cita sama. Salah satu forum yang sudah tersebar luas adalah FLP (Forum Lingkar Pena), di Bandung ada BATIC (Balai Jurnalistic ICMI) Jabar, milis seperti bengkel cerpen nida dan pasar buku juga bisa menjadi acuan.
9. Cari ilmu tentang tulis menulis
Bisa dengan membaca, bertanya kepada ahlinya, atau mengikuti pelatihan-pelatihan jurnalistik. Beberapa buku yang bisa dijadikan referensi :
- Panduan Menjadi Penulis (Asep Syamsul M. Romli), BATIC Press
- Jurnalistik Terapan (Asep Syamsul M. Romli), BATIC Press
- Jurnalistik Praktis Untuk Pemula ((Asep Syamsul M. Romli), BATIC Press
- Kiat Menjadi Penulis Sukses (Abu Al-Ghifari), Mujahid Press
- Mengikat Makna (Hernowo), Kaifa
10. Tulislah sekarang juga !
Jangan tunda lagi, segera tuangkan rangkaian kata yang ada di benak di selembar kertas. Teru, terus dan terus..Seperti naik sepeda, teori seperti apapun tidak akan berarti bila kita tidak mulai memberanikan diri menaiki sepeda dan mulai mengayuhnya, mungkin akan oleng, terseok dan jatuh terjerembab, tapi itu hanya akan menjadi kenangan indah setelah kita bisa ngebut. Selamat menulis !
Kalau Kamu Digoda Cowok
Kalau Kamu Digoda Cowok… Digoda cowok? Ih, suka deh. Eh, amit-amit, ding! He..he..he.. itu sebagian ekspresi anak cewek saat ada yang menggodanya. Memang, anak cewek biasanya sering jadi sasaran godaan anak cowok. Beragam tanggapan dari anak cewek bisa muncul saat digoda anak cowok. Ada yang suka, suprise, heboh, salah tingkah, nyantai aja, tapi ada juga yang sewot. Tapi sebentar, nggak kecentilan nih, ngebahas tema ini? Nggak dong, lagi pula masalah beginian memang lagi hangat, Brur.
Tentu seiring dengan membanjirnya budaya asing yang masuk ke negeri ini. Terutama lewat jalur film, wabil-khusus film remaja, macam Dawson's Creek, misalnya. Di film itu, berjejal (contoh) rayuan dan godaan dalam rangka PDKT (tahu kan pdkt? Ya, pendekatan!), bahkan tak jarang dibumbui dengan adegan syur dan greng. Waduh, celakanya nggak sedikit adegan tersebut yang dicontek abis sama kamu-kamu. Ini berabe Brur.
Suer, samber jemuran deh. Melihat gelagatnya, naga-naganya sih kondisi ini terasa wajar-wajar saja bagi sebagian remaja. Kenapa? Paling nggak ada beberapa alasan. Pertama, anak ceweknya doyan digoda (ini kebanyakan, lho). Kedua, anak cowoknya merasa kecakepan sehingga mendongkrak rasa pede-nya untuk ngegodain kaum Hawa. Ketiga, masyarakat terlanjur menganggapnya sebagai perbuatan yang wajar. Wah, gokil semuanya dong? Lha, iya, Bang!
Memang harus kita akui ada juga anak cewek yang doyan en betah kalau digodain anak cowok. Serasa jadi artis dadakan, kali. Malah nggak jarang anak cewek yang tambah 'gokil' bila digodain. Brur, kondisi ini bisa kamu lihat sehari-hari. Baik di sekolah, di pasar, di mal, atawa di angkot sekalipun. Ada juga anak cewek yang merasa dirinya diperhatiin sama anak cowok, malah bertingkah makin atraktif. Penampilan ke sekolah aja kayak mau ke tempat pesta. Alisnya dikerok, lalu dipermak supaya lebih gereget kayak artis-artis Hollywood atau artis lokal itu, lho. Gaya jalannya pun udah kayak peragawati saja. Suaranya dibuat 'seseksi' mungkin, minimal kayak suaranya penyanyi R&B, Reza.
Coba anak cowok mana sih yang nggak matanya melotot terus bila ada anak cewek yang penampilannya kayak begitu? Ya, kalo bisa, pengennya tampil unik. Meski kadangkala, kenyataannya bukan unik, tapi malah bikin enek (hua..ha..ha..). Yang bikin kesel lagi, kelakuan anak cewek yang model begitu secara tidak langsung mendapat dukungan. Ya, ternyata ada juga ortu yang bangga bila anaknya digodain orang. Mungkin pikirnya. "anak gue memang oke". Wah, kalo ada ortu kayak begini, kayaknya wajar bila banyak anak cewek yang makin parah dalam pergaulannya.
Makin kacau dan gila-gilaan, karena merasa mendapat 'restu' dari ortunya yang nggak ngerti itu. Kasihan memang. Kesalahan Berpikir Memang, nggak setiap anak cewek yang merasa bangga bila digodain anak cowok. Itu semua tergantung pemahamannya. Ya, kalo ada anak cewek yang doyan digoda anak cowok, berarti ada yang salah dalam cara berpikirnya. Begitupun dengan sikap remaja putri yang malah tambah heboh bila diisengin anak cowok, itu juga memang ada yang 'konslet' dalam otaknya.
Bagi anak cewek yang salah tingkah, atau adem ayem saja bila digodain anak cowok, itu juga punya alasan sendiri. Bisa jadi anak yang begini, menganggap masalah itu tak perlu dipersoalkan, karena menambah ruwet aja bila mikirin kayak gituan. Itulah kenyataannya.
Lalu bagaimana sikap yang benar?
Nah, itu pertanyaan bagus. Sebagai seorang muslim, pastikan bahwa standar perbuatan kita adalah aturan Islam. Apapun perbuatan yang akan kita lakukan, 'konfirmasikan' dulu kepada Islam. Kalau menurut Islam boleh, ya tentu kamu juga boleh melakukannya. Tapi bila menurut Islam haram, pastikan kamu juga bisa mengerem keinginan kamu untuk melakukan perbuatan tersebut. Dengan kata lain, tolok ukur perbuatan kita halal dan haram menurut aturan Islam. Ingat, ya, aturan Islam, bukan yang lain. Nah, masalah ini muncul karena masyarakat kita sudah rusak cara berpikirnya, kemudian 'mati' juga perasaannya, ditambah tak adanya aturan yang mengatur dan memberikan sanksi bagi yang berbuat salah. Wis lah, rusak kabeh! Misalnya saja, bila kamu kebetulan berdandan aneh-aneh (pakai bikini atau rok panjang, tapi belahannya sampai ke paha), tentu kondisi itu bakal menarik perhatian anak cowok untuk ngejailin. Dari mulai suitan, teriak-teriak nggak karuan, sampai ada yang nekat untuk towal-towel menjamah bagian tubuh kamu. Wah, gawat itu!
Yang lebih gokil lagi bila ternyata kamu malah enjoy menikmati godaan itu, malah merasa menjadi pusat perhatian. Jangankan yang model begitu, kalau anak cowoknya yang nekat dan tebal muka, kamu yang mengenakan jilbab pun nggak lepas juga dari godaan anak cowok. Tapi tentu jenis godaannya rada lain. Misalnya saja, kalo kebetulan kamu lagi lewat gang, sementara di situ berkerumun anak cowok yang suka iseng. Begitu kamu lewat di hadapan mereka, nggak jarang mereka godain kamu, "Assalamu'alaikum..!, kemana bu Haji..?" sambil ketawa-ketawa. Nah, kalo yang begini berarti bukan salah kamu. Kamu sudah melaksanakan kewajiban memakai jilbab, tapi nggak luput juga dari godaan, berarti itu yang salah anak cowoknya.
Agar Tak Digoda
Survei membuktikan bahwa kebanyakan dari teman remaja putri yang digoda or diisengin sama kaum Adam adalah karena penampilannya yang bikin ubun-ubun anak laki mendidih. Lalu beraksi secara agresif. Mulai dari cuma sekadar nyuitin atau sebatas ucapan, sampai ada yang berani towal-towel ke tubuh kamu atau menggerayangi bodi kamu. Waduh, itu namanya sudah keterlaluan banget. Benar-benar pelecehan seksual. Bukan tak mungkin tentunya bila kemudian terjadi perkosaan, ih, naudzubillahi min dzalik. Anak cewek yang dandanannya seronok tentu membuat anak cowok blingsatan, maksudnya blingsatan nggak tahan ingin 'nyomot'. Parah memang. Makanya nggak salah-salah amat bila kemudian ada iklan layanan masyarakat yang berbunyi, "Bagaimana mungkin angka perkosaan akan menurun, bila rok Anda semakin tinggi?" Wajar toh, memang itulah kenyataannya. Memang sih, kita nggak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada anak cewek, anak cowok juga memang bejat kok. Ya, dua-duanya memang harus bertanggung jawab. Setuju? Harus setuju! Brur,
Islam sudah memberikan aturan yang sempurna untuk menyelamatkan ummatnya. Islam bahkan teramat melindungi hak-hak kita sebagai seorang manusia. Aturan Islam itu bukan untuk mengekang kita, tapi justru mengendalikan kita supaya tetap berada dalam kondisi yang benar dan baik. Memang sih, kadangkala kita suka berburuk sangka sama aturan Islam. Tanpa terasa kita sering nuduh yang bukan-bukan sama aturan Islam. Kita sering menganggap bahwa Islam terlalu mengekang keinginan kita. Islam kita anggap sebagai penjara yang sering membatasi gerak kita. Wah, pandangan seperti itu sudah saatnya dimasukkin ke keranjang sampah. Bila kita masih menganggap Islam kejam dan nggak ngertiin keinginan kita, berarti kamu masih memanjakan hawa nafsu kamu.
Yang salah itu hawa nafsu kamu, sementara Islam selalu benar dan pasti akan selalu benar. Kenapa? Karena aturan Islam di'produksi' langsung oleh Allah Swt., sehingga memang betul-betul jaminan mutu. Nggak bakalan bisa dikalahkan oleh aturan hidup lain, yang rata-rata memang buatan manusia. Kamu kudu nerima, baik itu suka maupun kamu benci. Firman Allah: "Tidak patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila diputuskan suatu hukum oleh Allah dan Rasul-Nya, akan ada bagi mereka pilihan lain, karena barangsiapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata." (Al Ahzab: 36).
Nah, berkaitan dengan persoalan ini, kamu juga kudu mentaati aturan Islam tentang pergaulan dan juga tentang kewajiban menutup aurat. Masalah hubungan antara laki-laki dengan wanita juga diatur dalam Islam. Banyak ayat dan hadits yang mengatur masalah ini. Misalnya saja, firman Allah Swt.: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al Isra: 32).
Nah, ini adalah salah satu aturan untuk pergaulan cowok dan cewek dalam Islam. Perzinaan bisa saja terjadi karena berbagai sebab. Gaya gaul kamu dengan lawan jenis yang liar bin amburadul bisa merupakan pintu masuk paling cepat dan efektif kepada perzinahan. Larangannya memang jangan mendekati zina, bukan zinahnya, kan? Itu menunjukkan bahwa aktivitas awal dari sebuah pergaulan bebas bisa mendekatkan kepada perzinahan. Meski cuma jalan berdua sambil pegangan tangan dan meremas jari (harus lebih hati-hati, bila ternyata jari lawan jenis kamu jempol semua! Ih?). Aktivitas itu bisa berbuah perzinahan, bila dilakukan terus menerus dan ada kesempatan untuk melakukannya. Bahaya bin gawat. Aktivitas menggoda memang bisa juga berbuah perzinahan.
Bayangkan bila anak cewek yang digodanya malah suka, karena mungkin yang menggodanya mirip bintang Hollywood sekelas Tom Hanks atawa Tom Cruise, apalagi Tom and Jerry (Eh, yang terakhir ini tokoh film kartun, lho). Dengan kata lain, supaya kamu nggak digoda, kamu harus memperhatikan tips di bawah ini. Pertama, kamu harus membekali otak kamu dengan pemikiran Islam yang kuat, dari mulai akidah sampai syariat, dari mulai syakhsiyah (kepribadian) sampai dakwah. Pokoke, semuanya Islam, nggak boleh yang lain. Karena semua tindak-tanduk kita dalam kehidupan ini selalu sesuai dengan pemahaman kita tentang perbuatan tersebut.
Sebagai contoh, bagi anak cewek yang ngerti dan paham Islam, ketika ada cowok yang berani menggoda dirinya, maka ia akan sewot bin murka. Begitupun dengan anak cowok yang udah paham dengan ajaran Islam, ketika melihat anak cewek, akan malu dengan menjaga pandanganya. Jadi memang dua-duanya (anak cewek dan anak cowok) kudu diisi dengan aturan-aturan Islam. Berarti harus mempelajari Islam.
Tips yang kedua, kamu yang cewek harus berpakaian yang menutup aurat, supaya anak cowok yang super iseng nggak ada peluang untuk menggoda. Kalau kamu udah berjilbab, tapi anak cowoknya 'nyelonong' terus, berarti yang perlu 'digares' adalah anak cowoknya. Maka kembali ke tips yang pertama, anak cowok kudu belajar Islam juga. Ketiga, jangan memberi 'harapan'. Maksudnya, bila nggak mau digoda kamu harus tampil berwibawa. Jangan memancing anak cowok untuk keluar dari sarangnya dan siap 'menerkam' kamu. Misalnya saja, gaya jalan kamu jangan ugal-egol nggak karu-karuan. Itu bisa memancing gairah anak cowok untuk menggoda.
Hati-hati! Jadi, kamu kudu ngerti dan paham juga tentang aturan Islam dalam bergaul dan menutup aurat. Lalu bagaimana bila kita sudah hati-hati tapi kondisi ini masih tetap ada, malah tambah senewen? Menyadarkan Masyarakat Di awal kita sudah menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu dengan sikap masyarakat yang sudah kehilangan cara berpikir Islamnya. Cara pandang masyarakat kita sudah mengikuti budaya Barat. Misalnya saja, untuk kasus pergaulan ini. Anak cewek ketika melihat anak cowok, semata-mata melihat kelelakiannya. Ganteng, kekar, kuat, macho dan sebagainya. Begitupun dengan anak cowok, ketika melihat anak cewek adalah semata-semata karena kewanitaanya. Misalnya saja, kecantikannya, kegenitannya, manjanya, bodinya yang aduhai, kakinya yang oke punya, lehernya yang jenjang dan sebagainya. Cuma itu yang diajarkan. Iya kan?
Lihat saja iklan-iklan di tivi atau di media cetak, semuanya berhubungan dengan yang begituan. Seolah-olah hidup ini nggak bisa lepas dari unsur seks. Yang ada di otaknya selalu seks dan seks. Nggak ada yang lain. Parah banget dong? Ya, itu kenyataannya, Brur. Maka untuk mengubah ideologi (pandangan hidup) masyarakat yang seperti itu, harus dilawan pula dengan ideologi yang benar. Dan kita udah sepakat, bahwa nggak ada ideologi yang mampu melindungi manusia dan mampu menyelesaikan berbagai problem manusia selain ideologi Islam.
Yes, islam yang diterapkan sebagai akidah dan syariat. Dengan demikian perubahan yang harus dilakukan meliputi semuanya. Individu, masyarakat, dan juga negara. Tiga pilar inilah yang bakal menjaga manusia dari berbuat salah. Termasuk dalam urusan ini. Masalah ini kan cuma efek dari penyaluran naluri mempertahankan jenis (gharizah an nau') yang salah. Maka harus ditumbuhkan pemahaman tentang persoalan ini dengan baik. Kalau anak ceweknya udah paham dengan aturan Islam, nggak mungkin dia nekat memakai pakaian yang bisa memancing kaum lelaki untuk menggoda. Begitupun dengan anak cowok yang udah paham ajaran Islam untuk masalah ini, nggak bakalan berani menggoda anak cewek, karena malu dan takut kepada Allah Swt.
Nah, lalu masyarakat juga kudu ikutan menjaga. Bila ada invidu yang salah, tegur. Dan sebaliknya, bila benar harus didukung. Terus negara juga kudu menertibkan tayangan televisi, film, dan majalah yang makin berani dengan 'suguhan' yang merusak kepribadian remaja kita. Siiip..lah!
Jenuh ? Enjoy aja lagi.
Kamu pernah merasa serba suntuk dengan apa yang ada di sekelilingmu? Mau melakukan ini atau itu kok jadi serba salah. Kayaknya rutinitas yang kamu lakukan enggan untuk kamu lakukan lagi. Kalau kamu mengalami ini, hati-hati Non! Itu tanda-tanda kamu dihinggapi virus jenuh.
Kejenuhan memang bisa hinggap pada siapa saja. Orang yang super sibuk dengan aktivitasnya, suatu saat bisa jadi jenuh. Begitu pula orang yang terbiasa santai, tiap harinya hanya diisi dengan rasa tenang, bisa jadi akan sampai pada titik jenuh. Parahnya lagi, kejenuhan itu kadang datang seenaknya, bahkan tak jarang dia nongol disaat kita butuh suasana yang fit dan fresh.
Bayangkan, ketika kamu mau menghadapi ulangan fisika yang ngapalin banyak rumus dan hitungannya super njlimet, mustinya kamu membutuhkan konsentrasi yang ekstra. Tapi apa daya, otakmu tiba-tiba unjuk rasa, mogok kerja. Dipaksa menyelesaikan tugas PR dan ujian pada hari itu juga. Apa jadinya kalau begitu? Udah pekerjaan nggak selesai, ujian bisa jadi awut-awutan nilainya.
Dari males sampai stress
Rasa jenuh yang menggelanyuti diri kita memang sering membuat kacau. Contohnya seperti diatas tadi. Gara-gara jenuh nilai ujian bisa jeblok. Pekerjaan lain yang ditargetkan akan memuaskan hasilnya bisa porak poranda kalau si jenuh sudah datang.
Dalam kondisi jenuh begini, biasanya fisik juga ikut-ikutan lemas. Konon menurut ahli jiwa, kejenuhan punya pengaruh besar pada kondisi fisik. Bedanya kalau fisik yang bermasalah, bisa teratasi dengan istirahat yang cukup. Sedangkan kejenuhan belum tentu bisa terobati walaupun sudah dibawa tidur. Ketika jenuh mulai melanda rasa malas gaibnya bakal ikut nimbrung. Dan lama-lama jika tidak kuat iman badan rasanya sudah tidak mau diajak beraktivitas. Santai, berleha-leha, bergolek-golek di sofa, Cuma itu yang ingin dilakukan. Bila kondisi jenuh ini terus berkelanjutan bisa parah. Seseorang yang dicekam kejenuhan hatinya tidak akan merasa nyaman, Semua yang akan dilakukan terasa hambar, kelesuan dan kelemasan yang ada malah bisa mendatangkan kebingungan yang tidak menentu. Ini salah, itu salah, Kalau nggak malu rasannya pengin teriak-teriak, tak heran kejenuhan berakhir dengan stress.
Jenuh, Why?
Banyak hal yang menyebabkan kunci pembuka bagi masuknya kejenuhan pada diri seseorang. Seabreg aktivitas yang terlalu full bisa menjadi salah satu faktornya. Sebagai contoh, kalau kamu termasuk gadis yang punya jadwal super ketat. Sudah belajar dari pagi sampai siang, setiap sore harus bergelut dengan les tambahan. Berhubung kemampuan diri seseorang itu terbatas, akibatnya kamu akan merasakan lesu dan lelah terus-terusan. Jika dibiarkan lama-lama kamu bisa jenuh, kelewat jenuh malah.
Sebetulnya kalau sekadar jadual yang padat mungkin tidak terlalu membuat masalah. Tapi ketika jadual yang padat dan terus berkutat dari itu ke itu lagi dijalani berulang-ulang, ini yang berpeluang besar menimbulkan boring, tidak adanya fresh air di sela-sela aktivitas rutin dan kurangnya motivasi yang benar, itulah yang membuat orang akhirnya jadi jenuh. Teranyata bukan karena semangat besar dan terlalu sibuk saja yang membuat orang jadi jenuh. Kamu yang terlalu santai pu bisa bernasib sama. Bahkan kondisi santai inilah yang paling sering membuat remaja seusia kamu mengeluh suntuk. Habis, gara terlalu nyantai, belajar ditumpuk-tumpuk. Begitu dekat ujian, terpaksa harus menghafal dengan SKS alia system kebut semalam. Walhasil, bagaimana tidak akan jenuh, kalau hafalan yang segunung itu harus ditelan semalam suntuk.
Hal lain yang menyebabkan orang bisa terperangkap dalam kejenuhan adalah kegagalan. Kegagalan memang sangat menyakitkan. Apalagi kalau orang sudah berusaha setengah hidup tapi nyatanya masih harus gagal terus. Semua usaha jadi terasa sia-sia. Sebagai pelarian, maunya berlama-lama mendekam dalam kamar dengan kekecewaan yang mendalam. And, buntutnya jenuh juga.
Biarkan jenuh berlalu
Kejenuhan tentunya tidak layak untuk dipertahankan terus-terusan bercokol dalam diri kita. Pasalnya, semakin lama ia bersarang, bisa melenyapkan semangat. Kalau kamu sampai kehilangan semangat, itu artinya kamu telah kehilangan banyak hal dalam hidup ini.
Saydina Ali bin Abi Thalib Ra pernah berkata "Sesungguhnya hati ini akan merasa bosan sebagaimana bosannya badan ketika sering melakukan suatu pekerjaan. Maka carilah untuk menghindarinya dengan bijaksana" Dari perkataan beliau itu, kita mendapatkan pelajaran yang berharga, bahwa untuk mengatasi kejenuhan tidak sembarang dengan aktivitas, maka ketika kamu memutusakan untuk mengusir si jenuh dengan pergi ke diskotik, supaya bisa jingkrak-jingkrak di bawah siraman cahaya dan musik yang berdetup kencang, dengan maksud untuk mencairkan kesumpekan yang mampet di kepala, ini jelas bukan tindakan yang bijaksana. Apalagi kalau sampai berurusan dengan obat-obat penenang. Begitu juga kalau kamu memilih pergaulan bebas dengan cowok-cowok berandal sebagai pelampiasan kejenuhanmu bergaul dengan teman-teman puteri yang pada kemayu. Harap kamu tahu, meskpun dengan dalih niat baik, kalau perbuatanya menyimpang dari Islam jatuhnya juga dosa. Dan yang jelas kamu tidak akan bisa menyelesaikan masalahmu.
Kalau kamu mau, sebenarnya banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa jenuh. Salah satunya dengan membuat suasana baru. Secara psikologis, keaktifan diri seseorang untuk beradaptasi dengan suasana baru bisa mencairkan rasa jenuh. Caranya, bisa saja dengan mengubah tata letak ruangan kamar, jadual belajar. Seandainya kamu terbiasa belajar di tengah malam atau menjelang subuh. Suasana baru bisa juga kamu peroleh dengan cara mengontak orang-orang yang sudah lama tidak kamu temui. Bersilaturahmi-lah ke rumah kerabat dan sanak famili yang jarang sekali kamu kunjungi. Bisa juga dengan mengontak teman-teman lama semasa di SMP atau di SD dulu. Selain untuk menyambuh ukhuwah, hal ini juga terbukti bisa meredam rasa jenuh.
Ketika suasana baru sudah didapat, kamu bisa memulai semua aktivitas dengan semangat baru pula. Jangan biarkan semangat itu redam lagi gara-gara sikap rutinitas kamu. Semua pekerjaan yang dilakukan karena rutinitas biasanya memang berakhir dengan kejenuhan. Maka, buatlah motivasi yang kuat setiap akan bertindak. Perlu kamu ketahui, kekuatan paling besar yang mendorongmu bertindak positif adalah kekuatan rohanimu, yaitu kesadaran hubunganmu dengan Allah, Sang Pencipta. Artinya kamu menyadari bahwa semua yang kamu lakukan, misalnya kesibukan belajar, merupakan aktivitas yang diperintahkan Allah. Dan kamu melakukan itu karena semata-mata hanya karena mengharap ridhlo Allah, bukan sekedar untuk bersaing dan menggunguli orang lain malah bisa jadi otak tegang. Memang sih tidak mudah punya sikap seperti ini, pasalnya kesadaran hubungan dengan Allah bukan bentukan asli dari diri manusia.
Perlu dibentuk dan diusahakan menjelma pada diri kita. Usahanya tentu saja dengan senantiasa melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan Allah. Maka, kamu memang perlu memperbanyak amalan yang disukai Allah, agar semakin dekat padaNya. Percaya deh, semakin jauh dari Allah, rasa jenuh juga bakal makin menggelayut. Buktinya, kejenuhan sering dating di kala kamu sedang kedatangan tamu bulanan. Kenapa bisa terjadi begitu? Karena biasanya pada saat itu, kamu kurang dekat dengan Allah.
Merasa dekat dengan Allah saja belum cukup, kalau waktu beraktivitas, kamu tidak punya perencanaan yang matang.
Pekerjaan-pekerjaan yang mendadak, terburu-buru dan numpuk jelas bakal membuat suntuk. So, alangkah baiknya kalau kamu membiasakan diri membuat rencana aktivitas. Seaindainya rencanamu menemui kegagalan, tidak perlu menyibukkan diri dengan kegagalan itu. Apalagi kalau sampai kamu terus-terusan kecewa, mengurung diri. Juga jangan coba-coba mentolerir rasa kecewa itu dengan bermalas-malasan kamu tidak ingin terbentur pada situasi yang menjenuhkan lagi. Sedikit saja kamu bertoleransi mengikuti kehendak hati untuk ogah-ogahan, akibatnya akan jadi berkepanjangan.
Yang kamu perlukan dalam kondisi begini, justru bergerak. Buatlah aktivitas, agar kamu tidak tambah kecewa mengingat kegagalan. Buatlah kegagalan demi kegagalan itu sebagai guru, agar kamu bisa bertindak lebih tepat di masa yang akan dating. Lagipula, Allah pun tidak akan melihat hasil pekerjaanmu, tapi yang akan Allah nilai adalah usaha yang telah kamu lakukan. Dengan sabar dan usaha yang maksimal, itulah yang akan membuat baik catatanmu dalam pandangan Allah, jangan lupa mengkoreksi dan mengavaluasi seluruh aktivitasmu.
Bila ternyata belum maksimal, ricek lagi dari mulai dari perencanaan sampai pelaksanaanya. Jika perlu kamu bisa mengubah rencana semula, kalau memang itu lebih baik. Pokoknya kamu bisa all out dalam seluruh aktivitasmu. Dan laluilah hari-harimu dengan mulus, tanpa harus diganggu dengan rasa jenuh. Ya, biarkan saja si jenuh berlalu. (esa)
Tips: Cantik Luar Dalam, Why Not??
Kita semua setuju kalau kecantikan memang suatu hal yang diidamkan oleh setiap perempuan. Demi mencapai kecantikan, banyak perempuan yang rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit buat membeli berbagai sarana untuk bersoleh. Kemudian perempuan pun sibuk melukisi wajahnya dengan alat-alat kosmetik, berusaha menutupi cacat yang ada pada dirinya, yang telah membuatnya merasa tidak cantik. Mereka seolah yakin bahwa dengan kosmetiklah kecantikan akan diperoleh.
Apakah memang seperti itu yang namanya cantik? Kalau jawabannya iya, berarti kamu sudah keliru. Kecantikan yang diperoleh dengan bersolek, apalagi secara berlebihan, hanyalah kecantikan semu. Kenapa? Karena selain tidak sesuai dengan aturan Islam, kecantikan model begini juga mudah lenyap. Bukankah ketika kamu membersihkan make up dari wajahmu, maka dalam sekejap kamu pun akan kehilangan kecantikan itu?
Sebenarnya daripa bersolek, ada satu hal yang lebih urgen untuk kita perhatikan, yaitu tentang kesehatan. Lho, kenapa jadi kesehatan? Soalnya buat apa punya tubuh cantik kalau tidak sehat? Meski sudah bersoleh selangit, semua itu tidak ada artinya kalau tidak sehat. Selain itu, tanpa factor kesehatan kita jadi tidak bisa melakukan berbagai aktivitas dengan baik. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga, memelihara dan melestarikan kesehatan yang merupakan nikmat Allah ini. Supaya bisa mendapatkan tubuh yang sehat, kamu perlu ikuti kiat-kiatnya.
Jaga Kebersihan
Bicara soal sehat, tak akan lepas dari namanya kebersihan. Itulah makanya kebersihan menjadi pangkal kesehatan. Kebersihan juga sebagian dari iman. Artinya, ketinggian iman seseorang dapat dilihat dari kebersihan dirinya, baik badan, pakaian, makanan, minuman, tempat tinggal, ataupun lingkungannya.
Sebagai remaja puteri, kebersihan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dirimu. Jangan pernah merasa betah dengan lingkungan yang jorok dan kotor. Biasakanlah untuk membersihkan kamar tidurmu setiap hari. Kita memang seringkali didatangi penyakit malas untuk bersih-bersih kamar. Sehingga kamar kita pun jadi tak karuan bentuknya. Kertas-kertas bekas belajar, debu yang sudah seminggu tak dilap, bisa jadi menghiasi istana kita.
Keadaan seperti ini bisa semakin menjadi kalau jarang ada orang lain yang masuk ke kamar kita. Toh, nggak terlihat ini. Gimana mau hidup sehat kalau kondisinya seperti itu? Padahal Rasulullah berkata "Sesungguhnya Allah itu indah dan suka keindahan. Dia bersih dan suka akan kebersihan. Dia Pemurah dan suka kedermawanan. Karena itu bersihkanlah pekaranganmu dan janganlah kamu serupa dengan orang Israel yang membiarkan sampah kotoran bertumpuk-tumpuk di dalam rumahnya" (HR. Bukhori)
Selain kebersihan lingkungan, kebersihan diri juga harus lebih diperhatikan. Wajah boleh cantik, tapi kalau badan kita tidak bersih, kayaknya kecantikan pun jadi tidak ada apa-apanya. Siapapun tak akan merasa nyaman kalau dekat-dekat dengan orang yang punya masalah dengan kebersihan diri, bau badan misalnya. Untuk menghindari masalah BB ini, kamu bisa coba mengatasinya dengan tidak banyak memakan makanan yang berlemak dan terlalu pedas. Lalu gunakanlah selalu pakaian yang bersih dan telah distrika. Jangan bertahan dengan pakaian sudah layak cuci, karena itu yang akan mengandung datangnya BB.
Olah Raga Teratur
Olah raga merupakan aktivitas yang sangat berguna tapi sering dianggap sepele. Bagi anak puteri, banyak alasan yang membuatnya malas untuk olahraga. Tak ada waktulah, ribet dengan jilbab yang dikenakanlah, dan sejuta alasan lain. Padahal kegiatan olahraga kalau dilakukan dengan rutin, akan membuat otot-otot menjadi kuat, persendian tidak kaku, aliran darah menjadi lebih lancar, sehingga fungsi organ-organ tubuh pun menjadi lebih lancar.
Untuk menjaga kesehatan, kamu tidak perlu olah raga khusus seperti tennis, atau renang. Kamu bisa melakukannya sendiri di dalam rumah atau di halaman belakang rumah yang terhalang dari pandangan orang asing. Bahkan kamu juga bisa memulai aktifitas ini sejak bangun tidur.
Setelah berdoa kamu bisa melakukan sit up beberapa kali untuk melatih otot perut, punggung dan kaki. Ketika mau mandi, kamu bisa melakukan gerakan memutar persendian lengan, membungkuk, dan mengangkat kaki satu persatu dengan membuat siku pada lutut. Gerakan-gerakan seperti ini, menurut para ahli, berguna untuk melenturkan otot-otot tubuh dan melancarkan peredaran darah, sehingga tubuh menjadi segar dan tak mudah lelah.
Satu bentuk olah raga yang murah dan bermanfaat adalah jalan kaki. Terutama di pagi hari, maka alangkah baiknya kalau kamu lebih memilih berjalan kaki di pagi hari daripada naik angkot untuk mencapai lokasi yang memungkinkan. Selain menghemat ongkos kamu juga akan punya keuntungan lain, yaitu badan yang sehat. Karena udara yang sehat di pagi hari adalah makanan utama bagi jantung kita.
Jaga Makanan dan Istirahat
Yang paling utama harus kamu perhatikan dalam makanan tentu saja kehalalanya. Setelah itu, jenis dan bahan makanan pun tidak boleh asal masuk. Harus diperhatikan juga kebersihan dan gizinya. Kalau itu sudah terpenuhi, pola makanan tidak bisa diangap sepele. Kita harus menghindarkan dari makan dan minum secara berlebihan, makan kekenyangan bisa menyebabkan perut merasa tidak enak, cepat ngantuk, badan pun menjadi lemah. Dalam jangka panjang, pola makan yang berlebihan bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti jantung, liver, ginjal dan kekakuan pembuluh darah. Oleh karena itu, makanlah secara wajar dan seimbang.
Selain makan, tubuh kita juga punya hak untuk istirahat. Jangan sampai tubuhmu diforsir terus-terusan seharian tanpa istirahat. Itu mendzolimi diri sendiri namanya. Istirahat itu penting. Kurang istirahat dapat menyebabkan tubuhmu menjadi lemah, kepala pening, otak tak dapat bekerja secara optimal sehingga kecerdasan menurun, dan pikiran pun menjadi tak tenang. Istirahat yang kita lakukan berfungsi untuk melepas lelah bagi otot dan sel syaraf yang telah bekerja sepanjang waktu. Kelelahan itu akibat tertimbunnya asam laktat dalam tubuh sebagai hasil pembakaran zat makanan(glukosa) secara anaerob (tanpa oksigen). Dengan istirahat, asam laktat yang tertimbun itu, sedikit demi sedikit dihilangkan dengan proses biokimia tertentu.
Bentuk istirahat bisa macam-macam, salah satunya dengan tidur, seperti firman Allah "Dan telah Kami jadikan tidur kamu untuk beristirahat (An-Naba 9). Hanya saja tidur pun ada aturannya, baik waktu maupun caranya. Rasulullah mengajarkan agar kita tidak tidur terlalu larut. Menurut kedokteran, sebaiknya kita tidur selama 6 jam selama satu hari, dengan minimal 4 jam di malam hari. Jangan lupa juga menyempatkan diri untuk sholat malam, karena aktifitas ini walau melelahkan tapi bisa meriangkan tubuh kita. Lalu ada juga beberapa kebiasaan buruk ketika tidur yang harus ditinggalkan. Tidur dengan bantal yang terlalu tinggi, menyebabkan peredaran darah di otak jadi terganggu. Sikap telungkup waktu tidur bisa berakibat buruk pada system pernafasan, dan membuat wajah menjadi suram. Nah, dengan pola hidup yang sehat, makanan bergizi, dan istirahat yang cukup, Insya Allah disitulah pangkal lahirnya kecantikanmu.
Berpuasa
Membiasakan diri melakukan puasa sunnah, selain dapat mendekatkan diri pada Allah, juga bisa membuat sehat tubuh kita. Dengan aktifitas puasa, kita akan mengendalikan syahwat perut berupa lapar dan haus, juga syahwat lainnya. Selama berpuasa, energi yang dipakai diperoleh dari simpanan lemak dalam tubuh, sehingga jaringan lemak semakin berkurang dan ini mengurangi kegemukan akibat penebalan saluran darah karena lemak. Keadaan ini secara tak langsung dapat juga mengurangi penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Jika kamu sudah terbiasa dengan berpuasa, maka kebutuhan energi basal akan menurun, sehingga tenaga yang dipergunakan akan lebih efektif dan efisien. Lebih dari itu Allah juga berfirman "Dan berpuasa itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui (Al Baqaroh 184)
Kesehatan Akal dan Hati
Semua yang diutarakan diatas berkenaan dengan kesehatan jasmani. Padahal kesehatan akal dan hati pun tak bisa dianggap sepele. Agar memiliki akal yang sehat, hal utama yang harus kamu lakukan adalah menjadikan akalmu berlandaskan hanya kepada Islam. Caranya, kamu harus banyak menyerap informasi yang datangnya dari Islam, bukan hanya gossip seputar artis dan film saja. Untuk itu, harus ada kemauan yang kuat pada dirimu untuk menuntut ilmu agama, selain ilmu-ilmu yang dipelajari di sekolah-sekolah. Maka, jangan sungkan-sungkan untuk memenuhi undangan teman yang mengajakmu mengkaji ilmu agama secara intensif. Kalau kamu sudah banyak mendapat tsaqofah agama, jangan lupa bahwa itu semua bukan Cuma untuk dihafal, tapi untuk diamalkan. Jadikan segala aktifitasmu pun bersumber dari akal sehatmu tadi. Kalau sudah begitu, baru kamu bisa disebut muslimah yang punya kepribadian.
Meski badan dan akal kita sehat, semua itu tak ada artinya juga kalau ada satu hal yang belum sehat.
Dalam hal ini Rasulullah pernah mengingatkan "Ingatlah bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh badan. Apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh badan. Ingatlah bahwa dia itu adalah hati. (HR Bukhori Muslim) Hati yang sehat berarti hati yang selalu taat dan tunduk pada aturan Allah, selalu rela dengan ketetapan Allah dan hati yang selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Allah padanya. Orang yang mempunyai hati yang sehat tak akan pernah merisaukan kekurangan yang ada pada dirinya, atau memimpikan kelebihan orang lain.
Nah, kalau semua kiat ini kamu lakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, rasanya memang tak akan salah lagi. Insya Allah kamu akan jadi orang yang cantik luar dalam. (esa)